Marhaen Inspirasi Ideologi Soekarno Menginggal Disiksa Tentara Jepang


Marhaen meninggal disiksa tentara Jepang

Marhaen, sosok petani muda yang menginspirasi ideologi Soekarno, tidak berumur panjang. Pihak keluarga menceritakan Marhaen tewas sekitar tahun 1943 saat penjajahan Jepang.

“Beliau mah sudah meninggal pada tahun 1943, dikejar kejar untuk romusha,” kata Darmin Marhaen, cucu Marhaen, saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (11/1).

Ketika itu memang Jepang mewajibkan rakyat Indonesia untuk kerja paksa yang dikenal dengan nama romusha. Para romusha ini bertugas membuat jalan kereta api, tempat pertahanan, hingga lapangan udara. Mereka tidak mendapat makanan cukup dan obat-obatan sehingga banyak yang tewas.

Walau memiliki ilmu bela diri, Marhaen juga bukan tandingan tentara Jepang yang bersenjata lengkap.

“Punya ilmu hitam Batara Karang. Tapi jarang dipakai,” kata Darmin dengan logat Sunda yang kental.

Darmin yang lahir tahun 1947 ini pun tidak pernah bertemu kakeknya. Dia hanya mendengar cerita Marhaen dari ibu dan ayahnya.

Nama Marhaen menjadi legenda dalam sejarah politik Indonesia. Soekarno menciptakan suatu ideologi bernama Marhaenisme.

Padahal Marhaen hanya seorang petani sederhana yang ditemui Soekarno secara tidak sengaja. Soekarno menemukan seorang petani berbaju lusuh yang sedang bekerja di sawah tahun 1920an di Bandung. Soekarno berpendapat Marhaen adalah figur yang mewakili rakyat Indonesia yang bekerja keras tapi terus menerus miskin akibat feodalisme dan imperialisme.

[ian]

 

Berkomentarlah Disini Guna Menghargai Artikel Blog Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s