47 Penyelam Bantu Evakuasi Korban Pesawat Air Asia QZ8501


Updateberitamu – TNI Angkatan Darat akan mengirimkan 47 penyelam bawah air untuk membantu proses evakuasi jenazah korban dari jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014). Para penyelam tersebut diberangkatkan esok hari pada pukul 05.00 WIB.

“Harapan kita jam 06.00 WIB pagi saat ombaknya sudah kembali baik, kita bisa gunakan kekuatan optimum,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, dalam jumpa pers di Kantor Badan SAR Nasional, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014). Baca lebih lanjut

Serpihan Pesawat AirAsia QZ8501 Ditemukan


 

3 Benda Yang Ditemukan Tim SAR

Updateberitamu — Badan SAR Nasional memastikan bahwa serpihan yang ditemukan di perairan sebelah barat daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, adalah pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014) pagi. Basarnas memastikan hal tersebut berkat temuan tiga benda yang dipastikan milik pesawat tersebut.

“Kita temukan aspirator assembly yang sama dengan yang dimiliki pesawat AirAsia,” ujar Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Soelistyo saat jumpa pers di kantor pusat Basarnas, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).

Baca lebih lanjut

Tim SAR Evakuasi 1 Jenazah Korban Air Asia QZ8501


Benda Yang diduga bagian dari pesawat Air Asia

Updateberitamu – Tim Pencari dan Penyelamat SAR telah mengevakuasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dari tiga jenazah yang ditemukan mengambang di perairan Kalimantan, demikian keterangan TNI Angkatan Udara di Pangkalan Bun, Selasa (30/12).

Panglima Komando Operasi Angkatan Udara Pangkoopsau 1 Marsekal Madya Marsma Agus Dwi Putranto mengatakan satu korban telah dievakuasi dengan menggunakan sekoci ke kapal KRI Bung Tomo dan sejumlah barang-barang milik penumpang.

“Serpihan sudah diangkat yaitu satu tas, botol oksigen, sementara mayat mau dievakuasi itu angin 20 knot sehingga tak bisa mengambil itu, tapi alhamdulliah ada satu mayat yang akan dievakuasi sedang mengambil satu mayat masih nanti pake kapal, sekarang sudah ngambil satu mayat, laki-laki,” jelas Dwi Putranto kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari. Baca lebih lanjut